Berkompetisi menuju kesuksesan palsu berarti kita melakukan kesalahan dua kali: pertama, saat memilih ikut berkompetisi; kedua, saat memenangkannya


By Dana Anwari. And if you obey most of those on the earth, they will mislead you far away from Allâh’s Path.
Pandai-pandailah memilih idola, panutan dan teladan yang dapat memicu semangat kita berkompetisi menjadi yang terbaik.

Jangan terpicu oleh ajakan dan contoh kesuksesan dan kenikmatan palsu. Ingatlah bahwa kesuksesan dan kenikmatan dalam keyakinan iman kita ada dalam dua dimensi: kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Dan kebahagiaan di akhirat adalah kesuksesan dan kenikmatan sejati, karena itulah puncak keberuntungan yang dilimpahkan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang dicintai-Nya.

Kesuksesan dan kenikmatan hidup di dunia yang tidak mengantarkan kita kepada kesuksesan dan kenikmatan di akhirat adalah jalan yang sesat.
Kesuksesan dan kenikmatan hidup di dunia yang mengantarkan kita kepada kesuksesan dan kenikmatan hidup di akhirat adalah jalan yang tepat.

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (QS Al Anam:116)
Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS Thahaa:131)

And if you obey most of those on the earth, they will mislead you far away from Allâh’s Path. They follow nothing but conjectures, and they do nothing but lie.
And strain not your eyes in longing for the things We have given for enjoyment to various groups of them (polytheists and disbelievers in the Oneness of Allâh), the splendour of the life of this world, that We may test them thereby. But the provision (good reward in the Hereafter) of your Lord is better and more lasting.


Mari lebih berhati-hati lagi memilih idola, panutan dan teladan yang membuat kita ingin berkompetisi ingin mencapai kesuksesan dan kenikmatan hidup seperti mereka.

Teladan terbaik adalah yang orang jatuh terpuruk akibat salah dan khilaf lalu bangkit lagi berjuang meraih kesuksesan dan kenikmatan di jalan Tuhannya dengan kesabaran meskipun badai dan topan menghadangnya.

Idola terbaik adalah orang yang kesuksesan dan kenikmatan hidupnya disandarkan kepada kebenaran petunjuk Tuhannya: Allah Yang Maha Esa tanpa sekutu.

Panutan terbaik adalah orang yang upayanya meraih kesuksesan dan kenikmatan hidup dengan sabar berpegangan kepada rida Tuhannya: Allah Yang Maha Tunggal tanpa sekutu.

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS Al Kahfi:28-29)

And keep yourself patiently with those who call on their Lord (i.e. your companions who remember their Lord with glorification, praising in prayers, and other righteous deeds) morning and afternoon, seeking His Face; and let not your eyes overlook them, desiring the pomp and glitter of the life of the world; and obey not him whose heart We have made heedless of Our Remembrance, and who follows his own lusts, and whose affair (deeds) has been lost.
sukseskompetisi.blogspot.com
*

No comments: