Kompetisi yang berhasil adalah yang menciptakan sinergi ketauhidan

By Dana Anwari. Bisakah kompetisi menjadi suatu sinergi? Jawabannya: Bisa!
Kita bisa menjadikan kompetisi sebagai ajang saling melengkapi kekuatan yang satu dengan yang lainnya. Asalkan ada kesamaan visi ketauhidan para kompetitor, sehingga yang hendak dituju pun sama, yakni rida Allah.

Tidak ada orang atau kelompok yang sempurna tanpa kehadiran orang atau kelompok yang lainnya. Kelemahan dan kekurangan seseorang atau satu kelompok dapat diatasi dengan kekuatan dan kelebihan seorang atau satu kelompok yang lainnya.
Tidak mudah memang melakukan itu. Tetapi, itulah indahnya dinamika kehidupan. Seseorang berusaha berkomunikasi dengan seorang yang lain agar tujuan bersama dapat dicapai. Satu kelompok berusaha berkomunikasi dengan kelompok yang lain agar kepentingan bersama terselamatkan. Semua daya upaya untuk mencapai "damai sejahtera" sah-sah saja dilakukan asalkan tidak melupakan visi ketauhidan, yakni rida Allah.

Bukankah Allah sendiri berfirman dalam surat Ali Imran ayat 103 Al Quran: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk."

Bukankah persaudaraan terasa lebih indah dibandingkan permusuhan? Maka jadikanlah kompetisi kita sebagai kompetisi yang bersahabat. Kompetisi yang memicu keunggulan potensi diri yang telah Allah karuniai kepada setiap individu. Siapa yang lebih berilmu tentu akan lebih bijak. Siapa yang lebih terampil tentu akan lebih piawai.

Untuk menjaga situasi yang nyaman itu, satukanlah visi ketauhidan yang belum lagi satu, bahwa "tiada Tuhan selain Allah". Insya Allah, Tuhan kita akan membuat kita le bih tinggi derajatnya dibandingkan kompetitor yang masih bingung mencapai tujuan hidup mereka. Berkompetisi bersama orang-orang dan kelompok-kelompok yang mengejar "rida Alah, Insya Allah akan menciptakan sinergi ketauhidan yang akan semakin mengagungkan agama Allah.

Tujuan utama mereka, para kompetitor kita, itu sesungguhnya sama dengan tujuan utama kita, yakni rida Allah. Dua kata yang menjadi satu kesatuan: "rida" dan " Allah" yang mudah diucapkan tapi kadang masih tersembunyikan dan belum membuka hati orang-orang dan kelompok yang masih berpikiran buruk terhadap kalimat tauhid: "Tiada Tuhan selain Allah".
sukseskompetisi.blogspot.com
*

No comments: