Pantaskah koruptor dicemburui dan dijadikan kompetitor meraih karunia Allah?

By Dana Anwari. Dan janganlah kamu tunjukkan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS Thaahaa:131)

Pantaskah kekayaan koruptor membuat kita iri?
Pantaskah koruptor dijadikan kompetitor?
Apakah kita ingin lebih lihai lagi melakukan korupsi dibandingkan si koruptor itu?
Mudah-mudahkan kita tidak tersesat. Mudah-mudahan kita tidak silau oleh nikmat kekayaan dan gemerlap kemewahan yang diperlihatkan sang koruptor.

Orang itu, sang koruptor itu, bukanlah kompetitor kita. Mereka, para koruptor itu, adalah kompetitor sesama pengabdi setan: saling berlomba menumpuk dosa dan kejahatan. Sedangkan kita, insya Allah, berkompetisi untuk meraih karunia Allah sebanyak-banyaknya. Karena karunia Allah itu lebih baik dan lebih kekal.

Bila kita sudah kaya, janganlah mempertahankan kekayaan itu dengan menambah harta lewat cara-cara yang haram. Tapi, carilah cara yang halal, karena itu akan menambah karunia Allah kepada kita. Semoga kita mampu menikmati kekayaan dengan cara yang disukai Allah. Semoga kita lolos dari ujian kekayaan.

And strain not your eyes in longing for the things We have given for enjoyment to various groups of them (polytheists and disbelievers in the Oneness of Allâh), the splendour of the life of this world, that We may test them thereby. But the provision (good reward in the Hereafter) of your Lord is better and more lasting. (QS Thaahaa:131)
sukseskompetisi.blogspot.com
*

No comments: